Inter Milan Menang, Tapi Belum Meyakinkan: Evaluasi Kemenangan Tipis atas Kairat Almaty – Inter Milan kembali meraih kemenangan di Liga Champions 2025/2026. Namun, kemenangan 2-1 atas Kairat Almaty di Giuseppe Meazza menyisakan banyak catatan. Meski hasilnya positif, performa tim asuhan Simone Inzaghi belum sepenuhnya meyakinkan.
Pendahuluan
Inter Milan sukses mempertahankan rekor sempurna mereka di fase grup Liga Champions musim ini setelah situs bonus 100 mengalahkan Kairat Almaty dengan skor 2-1. Bermain di kandang sendiri, Nerazzurri diunggulkan untuk menang besar. Namun, kenyataannya tidak semudah yang diprediksi. Tim tamu dari Kazakhstan memberikan perlawanan sengit dan sempat menyamakan kedudukan sebelum Carlos Augusto mencetak gol penentu kemenangan.
Kemenangan ini memang penting secara matematis, tetapi dari sisi performa, Inter masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Artikel ini akan membahas secara mendalam jalannya pertandingan, analisis taktik, performa pemain, serta apa yang perlu dibenahi jika Inter ingin melangkah jauh di kompetisi ini.
Jalannya Pertandingan
Inter membuka keunggulan lewat gol Lautaro Martínez pada menit ke-44. Namun, Kairat Almaty mengejutkan gates of olympus slot publik San Siro dengan menyamakan kedudukan melalui sundulan Ofri Arad di menit ke-55. Carlos Augusto akhirnya menjadi pahlawan dengan golnya di menit ke-66, memastikan tiga poin bagi tuan rumah.
Statistik Pertandingan
- Skor akhir: Inter 2 – 1 Kairat
- Penguasaan bola: 64% (Inter) – 36% (Kairat)
- Tembakan ke gawang: 9 (Inter) – 3 (Kairat)
- Tendangan sudut: 9 – 3
- Kartu kuning: 1 – 1
Analisis Taktik: Dominasi Tanpa Efisiensi
Simone Inzaghi menurunkan formasi 3-5-2 dengan Lautaro Martínez dan Marcus Thuram di lini depan. Di atas kertas, Inter mendominasi penguasaan bola dan jumlah peluang. Namun, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi masalah.
Kelebihan:
- Kontrol lini tengah: Kristjan Asllani dan Barella tampil solid dalam menjaga tempo.
- Serangan sayap aktif: Carlos Augusto dan Dumfries aktif naik membantu serangan.
- Kedisiplinan bertahan: Meski kebobolan, Inter tidak banyak memberi ruang di kotak penalti.
Kekurangan:
- Minim kreativitas di sepertiga akhir
- Terlalu bergantung pada Lautaro untuk mencetak gol
- Kurangnya variasi dalam skema serangan
Performa Pemain: Siapa Bersinar, Siapa Mengecewakan?
⭐ Carlos Augusto – Pahlawan Laga
- Rating: 8.0
- Kontribusi: 1 gol, 3 tekel sukses, 2 umpan kunci
- Komentar: Menjadi penentu kemenangan dan tampil solid di sisi kiri.
⚽ Lautaro Martínez – Konsisten Tajam
- Rating: 7.5
- Kontribusi: 1 gol, 4 tembakan, 1 peluang besar tercipta
- Komentar: Kapten tim ini terus menunjukkan ketajamannya di momen penting.
💤 Marcus Thuram – Kurang Terlibat
- Rating: 5.8
- Komentar: Gagal memberi dampak signifikan dan sering kehilangan bola.
Reaksi Pelatih dan Pemain
Simone Inzaghi mengakui bahwa timnya belum tampil maksimal. Ia menyebut bahwa intensitas permainan menurun di babak kedua dan meminta para pemain untuk lebih fokus dalam laga-laga berikutnya.
Carlos Augusto, sang pencetak gol kemenangan, juga memberikan komentar jujur:
“Kami menang, tapi kami tahu bisa tampil lebih baik. Kami harus belajar dari laga ini.”
Posisi Inter di Grup Liga Champions
Dengan kemenangan ini, Inter mengoleksi 12 poin dari 4 laga dan memimpin klasemen grup. Mereka hanya butuh satu poin lagi untuk memastikan lolos ke babak 16 besar.
Apa yang Perlu Dibenahi?
Meski menang, Inter tidak boleh terlena. Beberapa aspek yang perlu diperbaiki:
- Efisiensi serangan: Banyak peluang terbuang sia-sia.
- Konsentrasi bertahan: Gol Kairat terjadi karena kelengahan dalam marking.
- Kreativitas lini tengah: Perlu lebih banyak variasi dalam membongkar pertahanan lawan.
Penutup
Inter Milan memang menang, tapi kemenangan ini belum sepenuhnya meyakinkan. Di atas kertas, mereka mendominasi, tetapi di lapangan, Kairat Almaty sempat membuat mereka kesulitan. Jika ingin bersaing di fase gugur Liga Champions, Inter harus meningkatkan efisiensi, konsistensi, dan kreativitas.